KEPALA BPSDM ESDM : “SDM Harus Dibina dan Dikembangkan”
Kategori : berita pusdiklat migas Ditulis : Rabu, 21 Maret 2018 Hits : 152 oleh : Administrator

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM IGN.Wiratmaja Pujamembuka dua diklat sekaligus yaitu diklat Bimbingan Ketrampilan Juru Teknik (BKJT) dan diklat Bimbingan Praktis Ahli (BPA) kerjasama antara Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) dengan Pertamina Corporate University (PCU), belum lama ini, di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas).


Kepala Badan Pengembangan SDM ESDM, IGN.Wiratmaja Puja menyampaikan beberapa hal terkait dengan kesiapan sumber daya manusia  pada sub sektor migas. Disampaikan bahwa sumber daya alam yang banyak tanpa SDM yang mumpuni maka hanya akan menjadi obyek. “Maka SDM harus dibina dan dikembangkan” tandas Wiratmaja.


Disampaikan pula bahwa Pertamina adalah sebagai perusahaan Energi. Tugas pertamina adalah bagaimana membangun energi yang tersedia untuk seluruh wilayah Indonesia. Kepala BPSDM juga menjelaskan tentang diversifikasi BBM ke Gas, BBM Satu Harga untuk seluruh wilayah Indonesia, dan membangun tim player yang baik, serta hal yang paling utama adalah budaya keselamatan di bidang energi.


Diklat BKJT dilaksanakan pada tanggal 19 Februari sd 03 April 2018 diikuti oleh 197 peserta dari calon karyawan PT Pertamina Direktorat Pengolahan dan Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MPPP) yang bertujuan untuk membekali peserta dengan pembelajaran teori dan praktek laboratorium dalam bidang proses dan non proses (mekanik-sipil, elektrik, HSE) yang relevan dengan kompetensi di bidang pengolahan migas.


Sedangkan Diklat BPA  dilaksanakan pada tanggal 26 Februari sd 14 April 2018 diikuti oleh 237 peserta dari calon karyawan PT Pertamina Direktorat Pengolahan, Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MPPP), Direktorat HSE dan Direktorat Pemasaran yang bertujuan untuk membekali peserta dengan pembelajaran teori dan praktek laboratorium dalam bidang proses dan non proses (mekanik, elektrik-instrument, product knowledge) yang relevan dengan kompetensi di bidang pengolahan migas dan pemasaran migas.  


Harus Bagus


Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim, dalam laporan diklat menyampaikan bahwa waktu yang diberikan PCU kepada PPSDM Migas untuk mendidik dan melatih peserta diklat ini sangat singkat hanya 1,5 bulan jika dibandingkan pada tahun 1990 dahulu diklat BPST  yang waktunya 1 tahun. Wakhid Hasyim berharap kepada seluruh peserta diklat, tenaga pengajar dan pengelola penyelenggara diklat dapat secara kompak dan koordinasinya harus bagus sehingga benar-benar menghasilkan lulusan diklat yang profesional, kompeten dan siap kerja. Adapun tenaga pengajar pelatihan berasal dari pejabat fungsional widyaiswara dan instruktur PPSDM MIGAS, PEM Akamigas serta praktisi.                                                                                                                                                                                        


Selanjutnya Karantina Marhaeni, VP Pertamina Corporate University, dalam sambutannya menyampaikan,  “bahwa teman-teman peserta BKJT dan BPA ini sudah memasuki modul yang ke IV (Modul I - Program kewiraan di Rindam Jaya, II – Wawasan Korporasi (Pertamina), III – Basic HSE Training ). Setelah diklat ini selesai teman-teman akan masuk ke OJT.  Jangan lupa soal integritas, di Pertamina tidak hanya butuh orang pintar tetapi orang yang punya integritas, orang yang jujur amanah dan selalu menjaga profesionalisme sebagai pekerja. Saudara-saudara sudah dibekali HSE, maka saudara harus terapkan dan patuh terhadap semua aturan yang sudah dibuat di PPSDM Migas”, tandasnya.(AL/WE)